Friday, November 21, 2008

KBBC 2008

Monday, October 13, 2008

Sang Waktu

Apa sebenarnya yang paling berharga dalam hidup ini menurut anda? Uang, emas, perhiasan, kedudukan, mobil mewah atau popularitas?
Mungkin sebelum menjawab bisa juga ditambahkan satu buah pertanyaan lagi, yaitu: sumber daya alam apa yang sangat amat terbatas dan tidak dapat diperbaharui, jika sudah berlalu maka tak akan ada proses recycle? Jangankan recycle, substitusi atau penggantian saja tidak mungkin dilakukan! (backsound: tahan dulu jawabannya)
Jika uang hilang atau emas dicuri bisakah kita menemukan lagi atau mungkin mencari penggantinya?
Jika kedudukan dan popularitas adalah komoditas yang sangat dicari dan dikejar oleh sebagian orang, apakah kedua hal tersebut bisa menjamin hidupnya menjadi bahagia dunia dan akhirat?
ada sebuah pepatah arab, waktu itu bagaikan pedang, bisa jadi kamu mampu menebasnya atau kamu akan ditebas oleh waktu tersebut. Sesungguhnya waktu itu adalah kehidupan itu sendiri.
Orang rela habis-habisan untuk bisa membayar biaya pengobatan agar mampu bertahan hidup. Artinya uang bukanlah sesuatu yang sangat berharga dibandingkan kesehatan.
Dan kesehatan sebenarnya adalah syarat kehidupan seseorang itu bisa berjalan dengan normal dan baik. Jika kehidupan itu adalah sumber daya yang amat terbatas—sudah pasti akan berakhir—tentu hidup itu adalah sesuatu yang sangat berharga dibanding apapun agar ia bisa dimaknai secara mendalam, menjadi modal kebaikan untuk kita pertanggungjawabkan kepada Sang Pemberi Amanah Waktu tersebut.
24 jam hari ini tidak akan pernah terulang pada hari-hari berikutnya (dengan catatan kita memang masih punya jatah hari-hari berikutnya) Jika malam nanti, misalnya: kita game over, maka sudah stop, taman kreasi kita cukup sampai disitu saja. Ada seorang ulama yang mengatakan bahwa waktumu tidak akan pernah cukup dibandingkan dengan tugas dan amanahmu. Maka terobosan bagaimana mengoptimalkannya adalah sebuah kunci kesuksesan hidup itu sendiri.

Tuesday, September 2, 2008

Let's dance together

Ibu2 ... bapak2 ... remaja2 .... adik2 kecil semua menari gembira dalam acara puncak 17an warga indonesia di kb-seria brunei.
ada yang nari poco2 ... tari bali ... tapi kreasi anak2 ... dan tari remaja.

bagus banget mereka menari sampai yang nonton gak mau mundur dari pinggir panggung ... anak2 seh, but we were happy.

Let' Dance Together ....let’s dance together
get on the dance floor ....the party won’t start
if you stand still like that .... let’s dance together
let’s party and turn off the lights
berdiri semua di ruang yg redup bercahaya bagai kilat
aku dan yang lain menikmati semua irama berderap kencang tak ada gundah
hilang semua penat di dada lihat DJ memainkan musik disko dimulai

The entertainers

Gak nyangka seh awalnya, dari ladang minyak yang penuh serius penanganannya dan membuat semua para professional ini seperti science geek.
eeh tahunya waktu naik panggung 17an kb-seria semua jadi berbalik 180' ... main musiknya bagus baneeet ... penyanyinya keren abiiiz .... lagu2 nya ennak ditelinga da ini yang penting banyak lucunya hehheheheh.

kemudian ada yang meradang dengan AKU nya chairil anwar, pokonya keren abiiiz deh ... surprised fren.

dari semua itu yang penting adalah kita tetap kompak.
ok thanks guys for all, and all the breast.

Lunch time

Tak Ada Makan Siang Gratis, Harga Sebuah Demokrasi
Demokrasi dan demokratisasi menjadi kata kunci perubahan di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir. Mulai dari tataran lembaga, aturan sampai ke perilaku para pengambil keputusan dituntut untuk sejalan dengan norma-norma demokrasi yang pada teori besarnya (Grand Theory) adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kemudian dalam perjalanan selanjutnya (Middle Range Theory), Robert Dahl, antara lain, mendefinisikan demokrasi sebagai sebuah system politik yang menghargai kemajemukan, partisipasi dan kontestasi. Penerapannya (Applied Theory) sangat tergantung pada berbagai kondisi dan situasi. Ada yang sangat dipengaruhi oleh persepsi ideologis dan kepentingan penguasa, tidak jarang pula yang dipengaruhi oleh kebudayaan. “The Indigenous forms of Democracy”, kira-kira semacam itulah yang kemudian kita kenal di Indonesia mas Demokrasi Terpimpin, yang kemudian dilanjutkan dengan era Demokrasi “Pancasila” di masa Presiden Soeharto. Anwar Ibrahim dari Malaysia, pernah memperkenalkan konsep “The Asian Way of Democracy” untuk menyebut praktik pemerintahan yang “mikul duwur mendem jero” (menghargai senior atau pemimpin) ini.
gak nyambung seh dengan acara makan siang dalam 17an kb-seria tapi masih cukup relevan sebagai renungan dalam hari kemerdekaan RI tahun ini.

We are one

Ritual keluarga kb-seria setiap hajatan 17an, selalunya bergambar bersama seperti ini ... rrr hal ini akan terasa nanti kalo kita udah gak lagi di brunei kali yaaa.
tapi gak juga seh kami disini semua merasakan rasa yang gak bisa di luahkan dalam kebersamaan ini ... pokoknya enaak dah.
ada games, dances, kelakar, bagi2 hadiah dan yang penting makan ala kampung.
sebab semua terasa seperti dikampung sendiri ketika semua berbagi bahagia seperti moment 17an ini.
well done guys.

Come on

kb-seria tug O war ..... seruuu
To play Tug-o-War a field is laid out. Two parallel lines are painted about 20 feet apart on the grass or drawn in the dirt. The rope is laid perpendicular to these lines. A cloth flag is tied to the middle of the rope. Two teams (seria A and B) of relatively equal weight are chosen. They are required to position themselves along the rope on either side of one of the lines leaving the center area (or no man's land) empty. The referee holds onto the rope at the point of the flag as the rope is gradually made taught. He makes certain the flag is positioned precisely mid-way between the two lines. On his own command, he releases the flag and shouts, "Go!".